Beranda / Literasi / Cita-Citaku, Impian Masa Depanku
Siswa Tema September 2026 05 Sep 2026

Cita-Citaku, Impian Masa Depanku

R

Raysa Chilya Azmyn

Siswa MTsN 7 Jember

Cita-citaku menjadi Impian Masa Depanku


Ketika mendengar kata cita-cita, hal pertama yang mungkin muncul dalam pikiran kita adalah sebuah profesi. Dokter, guru, polisi, arsitek, pengacara, dan berbagai pekerjaan lainnya. Sejak kecil, kita sering ditanya, โ€œKalau sudah besar nanti mau jadi apa?โ€ seolah-olah setiap orang harus mempunyai satu jawaban agar jalan hidupnya tertata. Namun, menurut saya cita-cita bukan hanya tentang profesi.


Saya sendiri pernah memiliki cita-cita yang sangat jelas ketika masih kecil. Saya ingin menjadi seorang dokter bedah. Saat itu, saya membayangkan menjadi seorang dokter yang hebat dan membanggakan serta memberikan manfaat bagi sekitar.


Namun, semakin saya bertambah usia, saya mulai menyadari bahwa tidak semuanya harus berjalan sesuai dengan keinginan kita. Ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Keadaan yang dapat berubah dan keinginan yang mungkin berubah seiring bertambahnya pengalaman. Saya pun mulai memahami bahwa mungkin yang terpenting bukanlah apakah saya nantinya benar-benar menjadi dokter atau tidak, melainkan apa yang ingin saya lakukan dan perjuangkan melalui cita-cita tersebut.


Dari pemikiran tersebut, saya kemudian bertanya-tanya, apakah setiap orang memang harus memiliki cita-cita? Menurut saya, tidak selalu. Setiap orang mempunyai perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang sejak kecil sudah mengetahui apa yang ingin dicapainya, tetapi ada juga yang masih mencari tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Belum mengetahui cita-cita bukan berarti seseorang tidak mempunyai masa depan. Terkadang, seseorang hanya membutuhkan waktu untuk menemukan apa yang benar-benar ingin ia perjuangkan.


Saya percaya bahwa cita-cita adalah sesuatu yang dapat membawa kita menuju masa depan yang kita impikan, tetapi jalan untuk menuju ke sana tidak selalu dapat kita tahu sejak awal. Mungkin akan ada hal-hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Karena itu, saya tidak ingin terlalu takut jika suatu hari jalan yang saya tempuh ternyata berbeda dari rencana saya. Bagi saya, apa pun yang nantinya hadir dalam kehidupan saya, akan tetap membutuhkan usaha agar dapat menjadi sesuatu yang berarti.


Saya juga percaya bahwa tidak semua hal harus langsung berakhir dengan apa yang kita harapkan. Ada kalanya kita harus menunggu, mencoba lagi, atau melewati jalan yang lebih panjang sebelum akhirnya memahami mengapa kita berada di jalan tersebut. Oleh karena itu saya memegang satu kalimat yang selalu mengingatkan saya untuk tetap percaya pada proses: โ€œSemuanya pasti akan berakhir baik-baik saja. Jika belum baik-baik saja, maka belum berakhir.โ€


Pada akhirnya, saya tidak tahu apakah cita-cita saya ketika kecil untuk menjadi dokter akan benar-benar menjadi masa depan saya. Mungkin saya belum mengetahui dengan pasti akan menjadi apa. Yang saya tahu, saya ingin menjadi seseorang yang membanggakan dan bermanfaat bagi orang lain.

Bagikan artikel ini